Jatisarono - 03 September 2025, dilaksanakan Penyuluhan Edukasi Gizi Masyarakat. Kegiatan dihadiri dari Pemerintah kalurahan Jatisarono, Puskesmas Nanggulan (narasumber), dan lapisan masyarakat dengan sasaran Remaja matang, Bumil, Bufas dan Busui. Kegiatan ini bersumber dari Dana Keistimewaan, pada bidang Reformasi Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (RPMKal)
Dalam sambutannya Lurah Jatisarono menyampaikan sasarannya mulai dari remaja, terutama remaja putri yang dipersiapkan matang sebagai calon ibu dari generasi penerus bangsa agar memiliki pengetahuan yang baik, serta Bumil, Bufas, dan Busui juga harus diperhatikan.
Sebagai narasumber pertama bpk Wartono dan Puskesmas Nanggulan menyampaikan topik materi penyuluhan untuk Tindakan preventif, Puskesmas Nanggulan juga melakukan Tindakan pemulihan terhadap anak stunting dan bumil terindikasi stunting yaitu dengan memberikan PMT harian selama tiga bulan. Makanan Bergizi adalah: makanan yang lengkap dan seimbang. Bukan hanya untuk menghilangkan lapar saja tetapi cukup memenuhi kecukupan kebutuhan energi dan zat gizi harian yang dibutuhkan oleh tubuh. Penyebab stunting diantaranya adalah karena kebutuhan gizi tidak terpenuhi, diantaranya pada saat ibu hamil. Indikator stunting pada bumil bisa dicek melalui indeks massa tubuh pra hamil atau pada trimester 1,dan lingkar lengan.
Pemantauan dan edukasi gizi pada bumil bertujuan: perbaikan status gizi, dan peningkatan berat badan Ibu hamil sesuai dengan usia kehamilannya.
Sebagai narasumber kedua oleh dr. Sofia Latifah dari Puskesmas Nanggulan menyampaikan materi; Konsumsi wajib untuk bumil: Zat Besi, untuk pembentukan sel darah merah è Cadangan zat besi untuk janin, dan mengoptimalkan fungsi otot.
Kekurangan Zat besi pada bumil mengakibatkan bumil menjadi anemia (kurang darah) karena kebutuhan tubuh akan zat besi dan protein meningkat pada masa kehamilan.
Zat besi ada pada protein: ayam, ikan, telur, hati, daging, susu, kacang tanah, kedelai, dan beberapa sayuran seperti kanngkung, sawi, kacang Panjang, bayam, dan singkong.
Gejala anemia: Lelah, letih, lesu, mengantuk, mata berkunang-kunang, pucat pada wajah, kuku, telapak tangan, dan selaput mata, sariawan dan sulit menelan, sesak nafas dan jantung berdebar.
Konsumsi wajib yang kedua untuk Bumil: Asam Folatè memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia
Asam folat ada pada: buah alpukat, jeruk, papaya, dan strawberry, sayuran seperti: bayam, asparagus, jagusng, dan kentang
Ibu Menyusui juga tak kalah penting untuk diperhatikan è memerlukan edukasi dalam menyusui dan nutrisi yang diperlukan untuk ibu menyusui
Ibu menyusui adalah wajib pada usia bayi 0-6 bulan, disarankan sampai dengan usia bayi 2 tahun.
Harapan dari dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan penurunan angka stunting dengan bersama-sama pihak kesehatan (Puskesmas Nanggulan).