You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan Jatisarono
Kalurahan Jatisarono

Kap. Nanggulan, Kab. Kulon Progo, Provinsi Di Yogyakarta

WEBSITE RESMI KALURAHAN JATISARONO, KAPANEWON NANGGULAN, KABUPATEN KULON PROGO II PEMBAYARAN PBB-P2 (PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN) JATUH TEMPO 30 SEPTEMBER 2024, MARI KITA LUNASI SEBELUM JATUH TEMPO, HINDARI DENDA 2%

Jangan Takut Memulai Bisnis Kuliner di Saat Pandemi

Administrator 27 Oktober 2020 Dibaca 1.186 Kali
Jangan Takut Memulai Bisnis Kuliner di Saat Pandemi

[KBR|Warita Desa] Jakarta | Membuka bisnis baru di tengah pandemi punya tantangan tersendiri. Bisnis kuliner salah satunya. Betapa tidak, banyak restoran dan rumah makan sepi pengunjung saat pandemi. Butuh keberanian untuk memulai. Begitu yang dikatakan Nina Susilowati, Founder Komunitas Langsungenak. Sosok yang sudah terjun lama dalam bisnis kuliner.

"Jangan Takut!", seruan itulah yang beberapa kali ditegaskan oleh Nina Susilowati, saat mengisi Webinar “Adaptasi Bisnis Kuliner dengan Kebiasaan Baru” yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (19/10/2020).

"Memang butuh yang namanya keberanian ya untuk memulai. Kebanyakan rencana biasanya hanya akan berhenti pada wacana. Tapi kalau, oke, hari ini gua mau jualan dawet, kasi ke kanan kiri. Sudah enak oke, gua terima pesanan ya,” tambahnya.

Nina menilai banyak orang terlalu takut untuk memasarkan dagangan mereka. Menurutnya penolakan adalah hal biasa yang harus dihadapi dalam memulai usaha.

"Ditolak itu sebuah keniscayaan, sebuah kepastian. Jangan malu, jangan kecil hati. Ditolak di sini, aku tawarin di sana. Ditolak di sana, aku nawarin di sini lagi." ujar Nina.

Ia pun mendorong masyarakat yang ingin memulai usaha, untuk segera merealisasikannya dan jangan takut untuk memulai. Baginya, masalah pasti akan selalu muncul baik saat pandemi maupun tidak. "Stop complaining, lebih baik segera dipikirkan solusinya apa. Berprioritas lah pada solusi, jangan kepada masalah." serunya.

Kreativitas dan inovasi menjadi hal yang sangat penting untuk memulai bisnis di tengah pandemi. Di antaranya dengan memanfaatkan gadget dan aplikasi digital, dunia yang sudah sangat erat dengan konsumen saat ini.

Pemerintah sendiri sangat mendukung masyarakat yang ingin memulai usaha kecil dan menengah di tengah pandemi. Salah satunya dengan membuat Program Bantuan Presiden melalui Kementerian dan Koperasi.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2024 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp0 Rp2,487,150,449
0%
Belanja
Rp0 Rp2,569,553,449
0%
Pembiayaan
Rp0 Rp-182,403,000
0%

APBDes 2024 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp0 Rp5,000,000
0%
Hasil Aset Desa
Rp0 Rp77,597,800
0%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp0 Rp10,603,800
0%
Dana Desa
Rp0 Rp1,138,395,000
0%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp0 Rp140,659,044
0%
Alokasi Dana Desa
Rp0 Rp939,894,805
0%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp0 Rp175,000,000
0%

APBDes 2024 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp0 Rp1,342,835,461
0%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp0 Rp854,010,988
0%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp0 Rp183,093,000
0%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp0 Rp60,114,000
0%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp0 Rp129,500,000
0%